23.4 C
Indonesia
Juli 17, 2024
BedahBerita.id
Bengkulu Ekonomi Kepahiang Politik

Kepahiang Tak Butuh Pemimpin Yang Pintar Mengolah Kata Tapi Hasil Tak Nyata, Apa Yang Mau Dilanjutkan

KEPAHIANG BB, Debat Kandidat yang dilaksankan Rabu 04 November membuat banyak opini di masyarakat yang berkembang, Ketua Tim Pemenangan Edwar Samsi S.Ip MM mengatakan, Paslon 01 Ujang Syarifudin dan Firdaus Djailani memaparkan visi misi mereka secara lugas dengan bahasa rakyat Kepahiang, bahasa yang dimengerti oleh rakyat, contohnya pembahasan lahan transmigran yang ada di 8 Desa daerah Sengkuang Kecamatan Kabawetan yang menurut paslon 02 Hidayat Nata pihaknya sudah berbuat dengan bentuk menawarkan pola kemitraan, sementara yang diinginkan oleh masyarakat 8 desa di daerah Sengkuang dan sekitarnya yang ada di Kecamatan Kabawetan itu bagaimana mereka bisa memiliki hak milik, yaitu memiliki Sertifikat bukan kemitraan.
Kalau pola Kemitraan yang mereka tawarkan itu memiliki batas waktu karena itu menggunakan pola perjanjian yang memiliki batas waktu yang bisa saja di tarik ketika batas waktunya habis.
” Sementara Ujang Firdaus akan mengusulkan ke Kementerian Kehutanan, karena itu harus diusulkan oleh Bupati sementara itu selama ini Bupati Dayat tidak pernah mau mengusulkan hal tersebut, itu yang akan dilakukan oleh Ujang Firdaus nanti, banyak hal yang tidak dilakukan oleh patahana selama menjabat, sampai sampai jika terpilih lagi tetap akan mengusulkan sistem kemitraan, jadi kapan lagi masyarakat akan miliki tanah mereka di lokasi kawasan eks transmigrasi sengkuang 1954 tersebut, ini lucu jika mereka ingin dianggap telah banyak berbuat, padahal masyarakat juga memiliki pandangan yang berbeda selama kepemimpinan sebelumnya, banyak hal yang dikeluhkan oleh masyarakat, tapi tak terakomodir,” ujar Edwar yang berada di Komisi 3 DPRD Provinsi Bengkulu.

Selain itu hal lain yang dianggap lucu ketika membicarakan masalah sumber air bersih yang melimpah di Kepahiang namun masyarakat tetap kesulitan mendapatkan air bersih tersebut karena PDAM yang tidak berjalan sama sekali. Hampir 80 persen pelanggan PDAM tidak lagi mendapatkan suplai air bersih, ketika paslon 02 diberi kesempatan untuk menjawab, justru cawabupnya Zurdinata mengatakan hal itu dikarenakan PDAM Kepahiang dalam “kondisi sakit”.
” jadi jika masih ada yang menganggap Patahana ini unggul di debat pertama ini, ini sudah gagal paham namanya, mereka sendiri yang mengatakan PDAM ini sakit, kemana saja 5 tahun ini sehingga tidak bisa memperbaiki manajemen PDAM sampai bupati menunjuk berkali kali kepala PDAM tetapi tetap saja sama, sekarang ini pertanyaannya kenapa baru akan diperbaiki jika terpilih kembali, kemarin kemana, warga sudah teriak teriak tapi tak ada perubahan sama sekali, ini membuktikan mereka sudah tak mampu lagi, Dayat harus paham saat ini seharusnya yang ditunjukan adalah keberhasilan keberhasilannya bukan malah membenarkan banyak yang belum bisa dilakukannya, pembebasan lahan, PDAM yang sakit, dan banyak hal lucu lainnya,” papar Edwar.

Lebih aneh lagi membanggakan pembangunan jalan tol, jalan tol yang mana yang milik Kepahiang, itu bukan usulan Dayat, itu kerja Presiden Jokowi, nah kebetulan lewat Kepahiang, Gubernur saja tidak berani mengklaim itu kerja provinsi, ini malah di bawa kedebat kandidat seolah olah kerja hasil bupati, jangan lah membodoh bodohi masyarakat, masyarakat kepahiang ini pintar, bukan orang bodoh yang bisa dikibuli janji manis yang tak terbukti.
” Sudah lima tahun rasanya sudah cukup kita lihat dan rasakan sendiri, WTP yang dibangga banggakan, masyarakat tak butuh itu, masyarakat butuh pembangunan perekonomian, jangan pula meningkatnya kemiskinan yang disalahkan sekarang ini pandemi covid 19, covid ini baru 9 bulan lebih kurang kemana sebelumnya karena kemiskinan dan tak bergeraknya perekonomian masyarakat ini sudah hampir 4 tahun, tak ada pergerakan sama sekali, nah sekarang menyalahkan covid, benar banyak yang lucu di sini, pertanyaannya WTP dan Difisit kok bisa berjalan berbarengan dengan angkat yang luar biasa besar hingga 200 M lebih, itu sesuatu yang luar biasa, kemajuan kah itu, tentu tidak,”tegas edwar.

Buat masyarakat kepahing Debat kandidat pertama ini merupakan tambahan kekuatan untuk bersama sama menuju perubahan, perubahan bersama pemimpin baru bukan pemimpin yang hanya pintar mengolah kata tanpa hasil yang nyata.(bcp)

Related posts

Rumor 150 juta Itu Biasa Windra : Tapi Rasanya Bukan Dari Saya

admin

Hari Ini, Damsi, Wira dari TAPD Saparudin dan Rica Denis Dari Banggar Ikut Diperiksa

Admin Bedah Berita

Oknum Kades TP Dan Pasangan Di Periksa Inspektorat

Admin Bedah Berita

Leave a Comment

error: Content is protected !!