20.4 C
Indonesia
Februari 7, 2023
BedahBerita.id
Kepahiang Politik Uncategorized

Edi Menanggapi Rumor Yang Beredar, Saya Bukan Boneka Taruhan

BedahBerita.Co.Id, Usai mengembalikan berkas formulir pendaftaran di Partai Golkar dan PKS, Edi Sunandar meluangkan waktu untuk di wawancara secara ekslusif oleh awak Media BedahBerita.co.id. Edi menjelaskan tentang ketidaknyamanan yang saat ini dia rasakan, terkait beberapa rumor yang saat ini sedang santer beredar di kalangan orang orang politik Kepahiang. Ada rumor yang beredar yang mengatakan jika memang dirinya mendapatkan dukungan dari Partai Nasdem maka ada pejabat politik yang siap menaruhkan uang sebesar 150 juta dan juga ada yang mau sedekah potong Kambing.
“Ini yang membuat saya tidak begitu nyaman ketika mendengar itu semua, ada beberapa orang dekat pak Hidayat yang menjadikan partai ini ajang taruhan, sementara sekarang saya kan punya hak nih untuk maju dan juga berhak mengatakan berapa besar persentase saya untuk di dukung Partai Nasdem, kenapa ada statement bertaruh atau lainnya, ini ajang apa, ini politisi model apa, ini yang membuat saya sedih, jadi Nasdem ini janganlah dibuat alat alat politik untuk menutupi kelemahan, dengan menampilkan pemenang pemenang pemilu yang tujuh kursi ini, sekarang coba kita tanya kepada tujuh kursi itu, apakah kemenangan mereka ini karena gerakan roda partai, atau karena kemampuan dan finansial individu mereka masing masing,” ujar Edi.

Pengembalian Berkas Ke PKS (Dok.BedahBerita.Co.Id)
Pengembalian Berkas Ke Golkar (Dok.BedahBerita.Co.Id)

Lanjut Edi untuk masalah partai, DPP pernah menyampaikan kepada dirinya mereka di bantu apa tidak.
“Saat ini polemiknya bukan lagi masalah pilkada lagi, tapi konteknya pertarungan antara saya dan pak Hidayat untuk memperebutkan Partai Nasdem, kalau saya punya niat baik, pak Hidayat silahkan koreksi saya jika saya salah, apa point yang saya sampaikan, yaitu komitmen kita untuk membesarkan partai, hingga saat ini partai mana yang di besarkan, karena tujuh kursi bukanlah jaminan, tapi ketika melihat wujud pada Pilkada 2014 dulu kantor Nasdem seperti apa dan pada Pilkada 2019 kantor Nasdem seperti apa ketika Nasdem sudah memiliki 7 anggota DPRD dan seorang Bupati, apakah ini ya yang namanya membesarkan partai, kemudian janganlah sekali kali kita membicarakan hak, karena hak kita sebagai warga negara ini sama, pak Dayat punya hak yang sama dengan saya, saya tidak pernah merasa gerah dengan pak Dayat pada saat dia mengklaim Partai Nasdem yang telah dia perjuangkan tujuh kursi, jangan nanti kondisinya terbalik, dulu saya besarkan Partai Nasdem dengan tiga kursi untuk pak Dayat, dan sekarang pak Dayat membesarkan Nasdem dengan tujuh kursi untuk saya, kira kira seperti itu, makanya saya bilang apa yang tidak mungkin di dunia ini, toh partai ini punya pertimbangan, punya penilaian apakah kita sebagai seorang pemimpin cukup loyalitas ke partai saja, tentu tidak, jadi posisinya yang saya sampaikan hari ini, pertama terkait dengan Partai Nasdem tentu saya punya catatan tersendiri, yang kedua saya nyatakan bahwa pada hari ini, detik ini saya bukan bonekanya pak Dayat karena banyak yang datang kepada saya bahwa pencalonan saya ini kabarnya hanya untuk memecah buah dan akan mengambil uang tolak, saya nyatakan lillahi taallah, demi Rasulullah saya tidak akan berbuat seperti itu karena saya tulus mencalonkan diri dengan beranjak pada rasa berdosa saya kepada masyarakat kepahiang yang pada saat itu memiliki harapan besar pada kepemimpinan pak Hidayatulah, bagaimana manuver saya kepada tokoh kita pak Jon Latif, dengan saudara Adrian Defandra, dengan Saudara Hernawan, saudara Yan dalos, jujur mereka itu berhadapan didepan saya semua, sampai saya bilang saya tidak pernah menanyakan ketika itu pak Dayat mau maju punya uang berapa, tanya saja sama pak dayat, itu tidak ada.
Jadi bukan mau menjelek jelekkan pak Dayat karena mau pemilu, tapi saya sedikit tidak nyaman ketika orang orang nya pak Dayat menjadikan ajang ini sebuah taruhan, karena saya merasa punya hati yang sama di partai ini. Secara etika politik Ini sudah tidak etis, apakah begini cara memimpin sebuah partai, tapi mungkin juga pak Dayat tidak tahu masalah ini tapi banyak juga saksi, banyak juga saya mendapat informasi, salah satunya ya itu Ketua DPRD Kepahiang saudara Windra yang baru kemaren sore bergabung di Nasdem, jadi saya pikir tidak ada permasalahan yang sangat krusial, dengan pencalonan saya di Partai Nasdem yang nota bene adalah merupakan kader partai yang juga pernah menjadi Ketua Nasdem
Kepahiang, pastilah saya berharap Nasdem akan mengusung saya karena saya adalah kadernya, dengan partai lain saja saya menjalin semua komunikasi lintas partai dan saya sangat berharap partai lain juga mengusung saya, dengan mendaftarkan diri ke semua partai yang ada, saat ini saja saya sudah mengembalikan berkas formulir pendaftaran di Partai Hanura, PKS, Golkar dan juga Nasdem, kenapa harus di polemikkan, sekarang silahkan pak Dayat maju dengan gerbongnya dia, dan saya dengan niat baik dengan gerbong saya, ketika saya mengatakan kepada pihak media dengan kata kata mengklaim 99% tidak juga harus kebakaran jenggotkan?, pak dayat mengklaim sudah membesarkan partai Nasdem dengan tujuh kursi saya juga tidak menjadikan itu polemik kan,” papar Edi.

Wawancara Ekslusif Bedah berita.Co.Id Dengan Edi Sunandar

Edi melanjutkan bahwa jika nanti dirinya diusung partai partai dimana dirinya mendataftarkan diri maka hal yang pertama akan dilakukan adalah melakukan komunikasi yang continue terhadap semua partai tersebut, baik itu program maupun untuk pembesaran partai politik, memang di APBD sudah di anggarkan itu, tapi itu tidak cukup, jadi sebagai seorang Bupati yang terpilih dengan dukungan partai pengusung nanti akan dilakukan pengembangan program dan juga bisa dengan upaya menambah anggaran bantuan partai politik, sehigga dana untuk membesarkan partai dapat digunakan secara maksimal itu salah satu bentuk upaya membantu mereka merealisasikan program mereka.
“Yang terjadi sekarang di Kepahiang adalah tidak adanya gerakan pembinaan partai politik yang telah mendukung Hidayatullah untuk jadi bupati, yang ada malah niat untuk pindah partai politik, ketika itu saya adalah orang yang membawa dia kepada bapak Surya Paloh dan memperkenalkan dia, dan ini akan menjadi bahan saya juga, karena dia sudah berniat lompat partai padahal dia di jadikan oleh Partai Nasdem.
Saat itu Pak Hidayatullah ingin pindah dan mengambil kedudukan Ketua Partai Golkar dimana partai Golkar juga merupakan partai pengusung beliau, saat itu saya tanya apa yang mendasari untuk menjadi Ketua Partai Golkar beliau saat itu menjawab karena tak enak sama pak Ridwan Mukti, karena tidak enak dengan Ridwan Mukti dia mau mengkhianati Partai Nasdem, nah bisa di bayangkan perasaan saudara Adrian Defandra saat itu sebagai Ketua Partai Golkar, dan bagaimana pertanggung jawaban saya dengan bapak Surya Paloh, ini lah yang terjadi saat itu, saya akhirnya bicara dengan pak Surya Paloh juga hadir di sana pak Dayat, ibu Jaenette, Willy Aditya dan beberapa jajaran petinggi partai, dan setelah pembicaraan diruangan pak Surya Paloh akhirnya pak Surya Paloh langsung menelpon pak Ridwan Mukti dan meminta agar tidak mengganggu pak Dayat karena mau ditugaskan untuk memimpin partai Nasdem, ini satu sejarah yang tidak bisa saya lupakan, selain itu juga janji untuk membesarkan partai mana, jangan kan untuk partai yang menjadi pendukung lainnya, yang ada adalah berusaha mengkhianati partai, mau mengambil Ketua Partai lainnya yaitu Golkar yang juga mati matian membela dia untuk jadi bupati, jadi jika apa yang saya ucapkan hari ini dan pak Dayat merasa keberatan silahkan mengkonfirmasikannya langsung ke saya, karena dalam konteks Partai Politik Nasdem saya adalah salah satu orang yang menjadikan beliau Bupati dan Ketua Nasdem Kepahiang dan hal yang sama tidak mungkin saya lakukan untuk partai politik yang mendukung saya.
Intinya Bupati sebagai pembina partai politik di daerah yang nota bene melekat dalam jabatan sebagai kepala daerah, saya wajib membina partai politik karena tujuan parpol itu sama untuk mensejahterakan rakyat, cuma platform nya saja yang beda, persoalan mencari dukungan rakyat ya silahkan dengan cara masing masing, sehingga dengan hadir nya kepala daerah seharusnya menjadi pembina parpol, otomatis rakyat akan mengerti tentang demokrasi dan lainnya, Ini bagian dari membangun manusianya, selama ini yang terjadi dalam politik di daerah rakyat hanya menganggap peristiwa 5 tahunan, kedepan tidak boleh lagi terjadi, rakyat harus melek politik, gimana caranya, ya pemerintah harus hadir disitu, dan untuk Nasdem saya sudah menyiapkan lahan untuk bangunan Kantor Nasdem,” tutup Edi Sunandar (bcp).

Related posts

Gerakan Paramuda Milenial Padek, Kami Ada Kami Bergerak

Admin Bedah Berita

DANA 464.804.000 GEDUNG -SMAN-7 KEC.MUARA KEMUMU KAB.KEPAHIANG DI BUAT ASAL JADI 2(dua)

Admin Bedah Berita

Pengembalian Berkas Ke Partai Perindo Dan PPP, Ice : Perindo Dan PPP Punya Tujuan Yang Sama Dengan Kami

admin

Leave a Comment

error: Content is protected !!