21.4 C
Indonesia
Februari 6, 2023
BedahBerita.id
Bengkulu Ekonomi Kepahiang Wisata

Perlu Dan Prioritas kah? Water Park Untuk Rakyat Kepahiang

KEPAHIANG BB, Koloseum adalah peninggalan bersejarah berupa arena gladiator yang dibangun oleh Vesvasian pada masa Domitianus dan diselesaikan oleh anaknya Titus pada tahun 80 M yang terletak di Roma Italia. Namun sadarkah kita bahwa bangunan ini dibuat sesungguhnya hanya untuk mengelabui rakyatnya pada masa itu supaya tidak pernah peduli dengan pemerintahan yang korup.

Baru baru ini terdengar informasi dimasyarakat bahwa kabupaten kepahiang akan dibangun “water park” di kecamatan Kabawetan, sebuah ide brilian menurut pemerintah sekarang. Namun bagi rakyat kecil ini adalah ide yg keliru disaat Pemda Kepahiang mengalami defisit anggaran yang mencapai 212 miliar. Bukan tanpa alasan Masyarakat mengatakan ini keliru dan apakah para eksekutif dan para legeslatif tidak pernah mengkaji rencana ini matang matang?.

Berbagai pertanyaan tersebut menurut H Zainal S.Sos sangatlah wajar, pasalnya benar mengapa rencana pembangunan ini perlu dikaji ulang pertama, Tidak selayaknya pemerintah daerah ini berbisnis harusnya yang berbisnis adalah sektor swasta, kedua muncul pertanyaan ketika ini selesai dibangun, Siapa yang akan mengelola?, Jika ini dikelola langsung oleh Pemda (dinas/instansi) bukan PAD yang akan didapat tetapi malah akan menambah anggaran tambahan karena ini adalah aset Pemda. Jika dikelola swasta (pihak ke 3) maka akan sama saja malah konflik rebutan, enak bangunan sudah dibangun pemerintah tinggal kelola dan ambil untungnya saja, jangan jangan nantinya kroni pejabat yang akan menikmatinya. Ketiga, seberapa banyak kunjungan wisatawan ke kepahiang? apakah pemerintah daerah memiliki data jumlah wisatawan yang berkunjung sehingga harus membangun ini.

“Jikalau memang menurut pemerintah sudah layak membangun sektor pariwisata melalui pembangunan water park maka seharusnya Pemda kepahiang bukan membangun water park melalui dana APBD namun membuat “Grand design” yang ditawarkan ke para investor dan meyakinkan mereka supaya tertarik untuk berinvestasi. Selanjutnya anggaran pembangunan ini bisa digunakan untuk sarana dan prasarana penunjang terkhusus peningkatan ekonomi rakyat melalui UMKM untuk masyarakat. Kita tetap berprasangka baik kepada pemerintahan, janganlah pemerintah kepahiang seperti titus yang membangun koloseum,” ujar Zainal Anggota DPRD Propinsi Bengkulu Dapil Kepahiang ini.

Lanjut Zainal Pembangunan ini bukan tidak boleh direncanakan dan dibangun namun kegiatan ini untuk sekelas kabupaten Kepahiang termasuk kegiatan yang cukup besar dan tidak bisa dikatakan skala prioritas pada saat kondisi ekonomi masyarakat yang lemah dan infrastruktur yang masih banyak dibutuhkan oleh masyarakat seperti jalan dan jembatan yang dapat mengurangi beban produksi pertanian, untuk membangun pariwisata pemerintah daerah cukup berjuang untuk menggunakan dana pusat atau mendatangkan pihak investor.(bcp)

Related posts

Abdul Syakir : Kami Turun Langsung, Jika Itu Terkait Dengan Paslon Dan Tim 01

Admin Bedah Berita

Telan Dana Hampir 2 Milyar Terindikasi 3 Tahun Rumah Adat Terbengkalai

Admin Bedah Berita

Anggaran 1,9 Milyar Disinyalir Harga Rumah Adat Hanya 400 Juta, Jika Benar Kemana Sisanya?

Admin Bedah Berita

Leave a Comment

error: Content is protected !!