20.4 C
Indonesia
Februari 7, 2023
BedahBerita.id
Kepahiang Politik

Edi : Pencalonan Ini Untuk Perubahan Yang Di Nikmati Masyarakat

Bedah berita.Co.Id, Senin (15/10) kemarin Pasangan bakal calon (Bacalon) Bupati dan Wakil Bupati Kepahiang, H. Edi Sunandar dan Hj. Ice Rakizah Syafrie telah menyerahkan berkas pendaftaran di Partai Nasdem, yang di terima oleh Sekretaris Tim Penjaringan Bacabup-Wabup partai Nasdem, Hardianto.

Dan Hari ini selasa (16/10) pasangan Edi-Ice kembali mengambil formulir pendaftaran di Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pengambilan formulir pendaftaran di wakili oleh LO pasangan Edi-Ice Fran dan Tini, lantaran kedua Calonbup/Wabup sedang melakukan agenda kerja di luar kota.

Pengambilan Formulir Bacalonbup Di PKS (Dok.BedahBerita.Co.Id)

Saat dikonfirmasi via telpon, Edi Sunandar mengatakan bahwa mereka merasa optimis mendapatkan dukungan dari partai partai yang sudah mereka datangi.
“Untuk Nasdem kita optimis bisa didukung Nasdem. Dan kita akan mengikuti mekanisme internal Nasdem,’’ jelas Edi Sunandar yang juga mantan Ketua DPD Nasdem Kepahiang.

Lanjut Edi untuk PKS pihaknya juga sangat berharap mendapatkan dukungan penuh sehingga PKS nantinya juga akan menjadi salah satu partai yang bergerak bersama mereka untuk membangun Kepahiang.
“Kami Edi – Ice berharap tujuan PKS merupakan tujuan yang sama dengan kami, sama-sama inginkan perubahan yang lebih baik ke depan untuk Masyarakat Kepahiang. Sampai hari ini sudah ada empat partai yang kami datangi dua diantaranya sudah pada tahap pengembalian berkas, yaitu Partai Hanura, Partai Nasdem dan untuk Partai Golkar Insya Allah pada Jumat ini kami akan mengembalikan formulir pendaftaran kami,” ujar Edi.

Pengembalian Formulir Bacalonbup Di Nasdem (Dok.BedahBerita.Co.Id)

Selain Hanura, Nasdem, Golkar dan PKS menurut Edi mereka juga akan mendaftarkan diri pada PKB, Gerindra, Perindo dan PPP.
“Kami sudah melakukan komunikasi intensif dengan tim penjaringan kabupaten dan provinsi di Parpol bersangkutan,” ujar Edi.

Edi Ice Dan Tim (Dok.BedahBerita.Co.Id)

Pencalonan dirinya ini bersama Ice Bando merupakan niatan tulus yang di dasari keinginan melihat Kabupaten Kepahiang ini berkembang pesat pembangunannya dan juga perekonomian rakyatnya. Karena uang Kepahiang ini bukan sedikit yang seharusnya pembangunan dan perekonomian rakyatnya ada perubahan, ada terobosan yang bisa membuat masyarakat puas.
“Ada 750 Milyar APBD Kepahiang setiap tahunnya, jika dikalikan 4 tahun itu berarti 3 trilyun, walaupun itu juga termasuk belanja pegawai paling tidak ada terobosan yang memuaskan masyarakat Kepahiang, bukan malah menambah hutang yang pembayarannya di bebankan pada APBD, bukan tidak boleh berhutang tapi untuk berhutang itu ada mekanismenya. Jika memang hutang memang salah satu cara untuk membangun maka seharusnya yang dibangun itu adalah sarana yang bisa menghasilkan PAD untuk Kepahiang, misalnya membangun tambahan kamar rawat inap di RSUD Kepahiang, Pasar, jaringan PDAM, kawasan parkir atau Sarana Pariwisata dimana nantinya akan ada dana masuk yang bisa menghasilkan PAD sehingga nanti bisa membantu untuk membayar hutang dan bunganya, bukan menggunakan APBD, tapi kalau membangun jalan maka bisa kita pastikan untuk membayar hutang kita benar-benar akan membebani APBD kita lebih kurang 4 Milyar untuk membayar bunganya saja setiap tahun, ini sangat luar biasa.
Dengan pinjaman sebesar Rp. 59.977.020.000 pokok pinjaman yang ada dan kewajiban bunga serta Fee 1 persen. Untuk tahun pertama yaitu tahun 2019 ini pemasukan, yaitu hutang yang diberikan PT. SMI sebesar Rp. 59.977.020.000 dan ditahun yang sama sudah ada pengeluaran diangka Rp. 2.129.150.890 dengan uraian Kewajiban Bunga sebesar Rp. 1.529.380.690 dan Fee 1 % sebesar Rp. 599.770.200 untuk tahun depan yaitu tahun 2020 di estimasikan pemasukan Nol alias kosong dan pengeluaran akan terjadi pada jumlah Rp. 27.808.351.464 dengan rincian membayar pokok pinjaman sebesar Rp. 22.491.382.500 ditambah kewajiban bunga sebesar Rp. 5.316.968.964 pada tahun ketiga yaitu tahun 2021 penerimaan masih diposisi nol dan pengeluaran akan membengkak pada angka Rp. 40.804.632.734 dengan rincian membayar pokok pinjaman sebesar Rp. 37.485.637.500 dan ditambah kewajiban bunga Rp. 3.318.995.234 itu berarti Kepahiang harus membayar hutang dengan bunga lebih kurang 10 Milyar, tapi yang akan dibangun adalah jalan, padahal untuk jalan Muara Kemumu itu bisa di tembuskan Ke Lintang Pat lawang dengan membuat proposal pembangunan jalan lewat DPRD Provinsi yang akan di antarkan ke Gubernur karena itu jalan Provinsi, kita bisa mengambil dana dari propinsi, bukan dengan berhutang dan ini sudah beberapa kali saya sampaikan kepada pemerintah, nah ini lah yang nanti akan menjadi salah satu PR kami ke depan, jika masyarakat Kepahiang mempercayakan Kepahiang kepada kami Edi – Ice,” ujar Edi.

Intinya Edi mengatakan akan membuat perubahan yang nyata terhadap Kepahiang ke depan di dua tahun anggaran, jika tidak ada perubahan untuk Kepahiang dan tidak ada yang mampu dibangun maka Edi bersedia mengundurkan diri dari jabatan.
“Cukup dua tahun anggaran APBD untuk memperlihatkan pembangunan dan perubahan yang dapat di nikmati masyarakat pedesaan, jika tidak saya akan mundur dari jabatan Bupati, kenapa saya berani melakukan kontrak politik ini, karena kepahiang selama 5 tahun Anggaran memiliki APBD 4 Trilyun, walaupun itu juga termasuk belanja pegawai, tapi saya rasa jika membangun keperluan masyarakat pedesaan dengan fokus maka itu pasti bisa dilakukan secara nyata dan di nikmati masyarakat desa,” tegas Edi.(bcp)

Related posts

Berita Acara Pleno Batal Demi Hukum, Gugatan Sengketa Edi Ice Di Kabulkan

Admin Bedah Berita

ASN Bappeda Kembali Ke rumah Status Pasien ODP

Admin Bedah Berita

GOLBE Akan Gelar Aksi Di KPK Dan Kejagung

admin

Leave a Comment

error: Content is protected !!